Welcome to our website !
Dari segi edukasi, Pelatihan Zero Waste Lifestyle merupakan salah satu bentuk upaya strategis YPBB dalam mengkampanyekan gaya hidup organis (selaras alam) kepada masyarakat. Guna memperluas dampak kampanye ini, YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat terlibat untuk mengambil peran utama dalam pelatihan tersebut sebagai Trainer YPBB. Peluang khusus untuk menjadi Trainer YPBB dibuka kembali pada Bulan Oktober 2016 lalu. Dua belas orang calon Trainer YPBB yang terjaring dari proses pendaftaran tersebut telah mengikuti proses ToT (Training of Trainer) yang berlangsung pada tanggal 29-30 Oktober 2016 dan 12-13 November 2016 lalu. 

Apakah mewujudkan kawasan yang Zero Waste itu suatu hal yang mungkin? Pada prakteknya, upaya mewujudkan kawasan zero waste memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, sudah banyak kisah sukses kota-kota yang berhasil menerapkan konsep zero waste, tak terkecuali di beberapa kota di Asia.

Pada tanggal 21-22 Oktober 2016 lalu, telah berlangsung Pelatihan Model Kawasan Zero Waste yang bertempat di Aula Pikiran Rakyat, Jl. Asia-Afrika No.77 Bandung. Pelatihan yang menghadirkan Froilan Grate dari Mother Earth Foundation (MEF) sebagai pembicara tersebut terselenggara atas kerjasama kolaborasi Forum BJBS (Bandung Juara Bebas Sampah), didukung oleh Ikatan Alumni ITB Jabar, PD. Kebersihan Kota Bandung, dan Pikiran Rakyat. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta perwakilan dari PD. Kebersihan, kelurahan, Kawasan Bebas Sampah (KBS), dan komunitas lingkungan Kota Bandung.

Pada sesi pelatihan di hari pertama, Froilan Grate berbagi pengalamannya mewujudkan model kawasan Zero Waste di 7 kota di Filipina. Froi berbagi kisah sukses penerapan konsep zero waste skala kelurahan (di Filipina disebut barangay) di Metro Manila, dan skala kota di San Fernando City. Pelatihan berlanjut dengan workshop di hari kedua, yakni menggali ide bersama untuk merumuskan strategi membangun model kawasan zero waste skala kelurahan di Kota Bandung.

Kegiatan ini diliput di surat kabar Pikiran Rakyat (21/10/16) dan media Pikiran Rakyat online.


Menjadi Trainer YPBB…
______________________________________________________________________________________
YPBB percaya bahwa upaya penyelamatan lingkungan dan keberlanjutan bumi bisa berhasil bila seluas-luasnya masyarakat ikut terlibat. Untuk itu, YPBB berusaha untuk mengembangkan upaya-upaya untuk melibatkan masyarakat seluas-luasnya.
Pelatihan-pelatihan adalah upaya strategis YPBB dalam mengusung kampanye pola hidup organis. YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat mengambil peran utama dalam pelatihan-pelatihan tersebut melalui Program Trainer YPBB. Lewat progam ini, Anda menjadi basis kampanye YPBB yang memiliki standar kualitas tinggi. YPBB akan mengurus berbagai hal agar Anda bisa fokus pada peran utama Anda sebagai trainer. YPBB menata panggungnya, Anda yang jadi bintangnya..


Bagaimana Anda bisa mengambil peran..?
Bila menjadi seorang trainer bisa menjadi jalan untuk menularkan kepedulian Anda kepada orang lain, maka Anda mungkin orang yang tepat untuk mengambil peran ini. Anda memiliki modal awal untuk membuat peran Anda sebagai trainer menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bermakna bagi hidup Anda.
Perlu waktu untuk menjadi seorang trainer. Tapi tidak sebanyak yang Anda bayangkan. Hanya butuh sebagian dari waktu luang Anda. Sebagai gambaran, satu kali pelatihan membutuhkan sekitar 3 hingga 5 jam. Selama itulah waktu luang yang Anda butuhkan untuk menjadi trainer YPBB.
YPBB mengembangkan berbagai sistem agar Anda bisa fokus pada peran utama Anda sebagai trainer, sehingga sebagian waktu luang Anda itu bisa memberikan kontribusi yang optimal pada kampanye gaya hidup organis, dan upaya untuk mewujudkan dunia yang zero waste.


Anda pasti bisa jadi trainer YPBB, kalau…
1.       Punya kepedulian tentang lingkungan, khususnya isu sampah.
2.       Suka berbagi pengalaman dan pengetahuan pada orang lain.
3.       Punya kemampuan dasar public speaking (ngga mudah demam panggung).
4.       Pernah ikut Pelatihan ZWL YPBB.
5.       Punya waktu luang yang ingin digunakan.
6.       Berdomisili di Bandung minimal untuk 1,5 tahun ke depan.
Proses Yang Akan Anda Ikuti Untuk Menjadi Trainer..
YPBB mengembangkan sistem fasilitasi yang menyeluruh untuk membantu Anda melihat dan merasakan langsung, bagaimana menjadi seorang trainer YPBB. Berdasarkan pengalaman itu, Anda bisa memutuskan, apakah menjaditrainer adalah sesuatu yang menyenangkan, efektif, dan bermakna bagi Anda, atau tidak.
YPBB akan menyediakan media bagi Anda untuk mengenal program ini dan mengenali potensi diri Anda sendiri sebagai seorang calon trainer. Setelah memutuskan untuk menjadi seorang calon trainer, Anda akan mengikuti ToT (training of trainers) untuk memahami materi pelatihan, berlatih menjadi fasilitator, dan mengenal berbagai peran dalam Tim Trainer (pencatat proses, trainer dan co-trainer). Proses kemudian diteruskan dengan proses magang, di mana Anda merasakan langsung setiap peranan dalam Tim Trainer.
Untuk semua proses itu, Anda mungkin perlu menyediakan waktu sekitar 5 – 7 jam per bulan. Waktu tersebut meliputi berbagai waktu untuk persiapan pelatihan dan evaluasi. Untuk proses ToT, karena prosesnya cukup panjang, maka dibutuhkan waktu dua hari berturut-turut di akhir pekan (pilihannya antara tanggal 22 dan 23 Oktober 2016 atau 29 dan 30 Oktober 2016, di Jalan Jalak No. 20 Bandung). Waktu fix ToT akan diumumkan kemudian, berdasarkan pilihan terbanyak dari pendaftar.


Jadi..?


Untuk menjadi bagian dari dunia yang zero waste sebagai trainer YPBB, Anda hanya tinggal mengisi:
  1. test kepribadian bisa di download di sini. Form yang sudah diisi silakan dikirimkan kembali ke email trainer@ypbb.or.id


Keduanya silakan dikumpulkan sebelum hari Sabtu 15 Oktober 2016 jam 17:00 WIB.
Batas maksimal peserta pelatihan hanya 20 orang. Pengumuman peserta yang terpilih akan diinformasikan pada Selasa 18 Oktober 2016 maksimal jam 12:00 WIB melalui email.


Pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan ke alamat email trainer@ypbb.or.id, atau ke nomor telpon 0856-2480-5640​⁠ (Euis)
Keterangan lebih lanjut, dapat Anda dapatkan dalam dokumen Kerangka Program Trainer YPBB.







Jakarta, 15 September 2016 ­ Sebuah terobosan visi global baru untuk masa depan yang bebas dari polusi plastik dirilis hari ini oleh jaringan 90 LSM. Visi global baru ini memaparkan 10 prinsip dengan tujuan akhir menciptakan 'masa depan yang bebas dari polusi plastik'. Aksi ini merupakan langkah pertama dari gerakan global untuk mengubah secara mendasar persepsi dan penggunaan plastik.


Para ilmuwan memprediksi bahwa tanpa tindakan cepat tanggap dan mendesak akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut pada tahun 2050, yang akan mengancam keanekaragaman hayati laut dan mempercepat penyebaran dan sirkulasi racun ke dalam pangan laut yang kita konsumsi. Beberapa studi menunjukkan bahwa pencemaran plastik dari Indonesia tersebar luas ke perairan internasional dan telah memasuki rantai makanan. Plastik dalam ukuran mikro juga ditemukan dalam perut ikan yang dikonsumsi di pasar Indonesia. Hal ini merupakan ancaman besar bagi Indonesia sebagai negara maritim dan tanggung jawab kepada komunitas global.


Meskipun bahaya paparan polusi plastik mengancam kesejahteraan manusia dan planet kita, pemerintah dan industri sejauh ini gagal mewujudkan perubahan sistemik yang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut. Padahal, UU 18/2008 telah memandatkan kebijakan pengurangan sampah secara mendasar.


Di Indonesia, penerapan kebijakan bea masuk yang tinggi untuk bahan baku plastik akan memberi  peluang  besar  untuk  mengurangi  penggunaan  plastik  secara  mendasar  dan mencegah terciptanya sampah plastik. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa komitmen penuh penyusun kebijakan terhadap siklus hidup plastik mulai dari ekstraksi minyak, desain, sampai ke tahap akhir produk.


"Ini pertama kalinya kelompok­-kelompok dari seluruh dunia berkumpul bersama-­sama untuk merumuskan solusi untuk masalah polusi plastik. Deklarasi Tagaytay adalah awal dari sebuah gerakan yang akan membuat pemerintah, kota­-kota dan perusahaan-­perusahaan mengambil tindakan segera dan ambisius untuk mengatasi masalah yang berkembang dengan pesat ini," ujar David Sutasurya, salah satu penggagas #BreakFreeFromPlastic yang juga Direktur YPBB.


"Jumlah plastik yang luar biasa besar ini digunakan oleh para pendukung teknologi termal untuk membenarkan teknologi pembakaran atas nama ‘waste to energy’," lanjut Yuyun Ismawati, Co-­Coordinator  Koalisi  Nasional  Tolak  Bakar  Sampah  yang  juga  pemenang  Goldman Environmental Prize 2009.


"Kami mendukung salah satu prinsip dari gerakan global ini yaitu: Tidak ada insinerator baru yang dibangun, dan insentif energi terbarukan untuk pembakaran plastik dan sampah harus dihentikan. Hal ini termasuk gasifikasi, pirolisis, tanur semen, dan fasilitas "sampah menjadi energi" lain dengan teknik pembakaran,” tegas Yuyun Ismawati.


Pemerintah   Indonesia   dan   perusahaan   multinasional   harus   bertanggungjawab   atas penggunaan  plastik  dalam  pola  produksi  dan  konsumsi  serta kerusakan lingkungan yang dihasilkan, yang seringkali sangat berdampak pada kelompok-­kelompok rentan dan sensitif di seluruh dunia. Kami menentang segala bentuk double standard yang diterapkan negara lain dan perusahaan multinasional kepada Indonesia maupun negara berkembang lainnya, terkait isu plastik dan teknologi thermal. Tanpa usaha yang kuat dan terintegrasi, serta komitmen dari penyusun kebijakan, sektor bisnis akan terus menggunakan plastik tanpa pandang bulu dan polusi yang terjadi akan lebih intensif.


Koalisi LSM Indonesia untuk plastik dan zero waste berjuang untuk perubahan kebijakan untuk masa depan yang bebas dari polusi plastik.


Lihat    pernyataan    visi    dalam    video    dan    baca    lebih    lanjut    tentang    proyek #BreakFreeFromPlastic.


Kontak Pers:
Rahyang Nusantara - ­ Perkumpulan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik


M. Adi Septiono - ­ BaliFokus
081313653636 | tio@balifokus.asia


David Sutasurya - ­ YPBB


Penandatangan (signatories) Deklarasi Tagaytay #BreakFreeFromPlastic dari Indonesia:
1.  BaliFokus
3.  YPBB

Bermula dari tantangan dalam masalah kesehatan, terutama mengenai kurangnya gizi pada balita, warga perumahan Riung Bandung Permai mulai bangkit dan berubah, termasuk dalam pengelolaan sampah. Sebagian warga sudah mulai menerapkan pemilahan sampah dan ingin meningkatkan gaya hidup zero waste. 


Warga yang merupakan dampingan dari Innovation for Community Development Center (ICDC) Indonesia dalam bidang wirausaha sosial ini ingin memanfaatkan sampah yang dihasilkan terutama untuk kebun sendiri. ICDC Indonesia meminta kepada YPBB untuk memberikan Pelatihan ZWL kepada warga, dan YPBB menyambut baik tawaran ini. Pelatihan dilaksanakan pada hari Rabu, 07 September 2016 di Gedung Serba Guna RW. 11 Jalan Riung Mulya No. 20 Perumahan Riung Bandung Permai.


Foto bersama peserta Pelatihan Relawan Tim Kampanye Zero Waste 2016 - Gelombang 2
Setelah tiga bulan berselang dari Pelatihan Relawan Tim Kampanye ZW gelombang 1, akhirnya Pelatihan Relawan Tim Kampanye Zero Waste 2016 Gelombang 2 sudah terlaksana pada hari Minggu 28 Agustus 2016 di WWF Bumi  Panda, Jalan Geusan Ulun No. 3 Bandung. 

Dwi-salah satu relawan sedang menempel kertas komitmen yang akan dijalankan selama satu bulan ke depan
Suasana Pelatihan
Bagaimanakah keseruan dan jalannya pelatihan? Yuk kita lihat liputan kegiatan di sini  yang ditulis oleh Lin Lin, yang merupakan Relawan Tim Kampanye Zero Waste Gelombang  1.